Bosan Jadi Pegawai, Mulailah Bisnis Sesuai Kegemaran

Bosan jadi pekerja dengan rutinitas kantor? Ingin punya usaha sendiri? Namun bingung usaha apa yang akan digeluti. Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid menyarankan agar memulai bisnis sesuai passion atau semangat dan kegemaran. Lantaran, passion akan membuat seseorang totalitas saat terjun pada bisnis yang dipilihnya.

Aidil mengungkapkan bisnis akan mengalami jatuh bangun. Saat memulai bisnis besar, kemungkinan orang tersebut akan bangkrut. "Ilmu statistik mengatakan, setiap usaha itu punya potensi rugi yang cukup besar. Sebab itu, kalau kita punya dana yang modalnya dari kita selalu pecah menjadi beberapa nominal, karena kalau usaha kita gagal kita masih punya modal untuk bangkit lagi memulai usaha baru," kata Aidil

Bisnis, katanya, adalah salah satu bentuk investasi. Investasi berarti akan terjadi potensi untung rugi. Bahkan katanya potensi rugi akan lebih besar terjadi.

Contohnya saja para pengusaha, usaha yang mereka geluti saat ini rata-rata bukanlah usaha awal. Sudah dapat dipastikan para pengusaha tersebut mengalami jatuh bangun.

Menurut ilmu statistika lainnya, 8 dari 10 bisnis gagal di satu tahun pertama. Selain itu, 9 dari 10 bisnis akan gagal setelah lewat waktu satu tahun sampai masuk ke usia lima tahun.

"Kegagalan dalam bisnis memang sangat menghawatirkan, namun disisi lain itu juga ada bagusnya. Berarti dengan gagal akan semakin berpengalaman," tambahnya.

"Itu gak boleh, jadi yang paling penting adalah sekarang dipisah dulu uangnya. Gunakan dua rekening. Rekening pribadi jangan dicampur dengan rekening bisnis," ujarnya.

Kesalahan fatal yang biasanya sering dilakukan pebisnis pemula, menurut Aidil, mencampurkan keuangan personal dengan keuangan bisnis. Kesalahan lainnya yakni lupa memperhitungkan gaji.

Sebaiknya gaji diperhitungkan. Sebab jika tidak berbisnis otomatis seseorang harus kerja agar mendapatkan penghasilan. Jika dengan berbisnis membuat Anda berhenti bekerja maka pastikan penghasilannya. Contohnya penghasilan dari bisnis tersebut bisa membayar disi sendiri atau tidak. Meskipun hasilnya tidak lebih besar dari penghasilan saat bekerja, namun setidaknya bisnis tersebut bisa menggaji Anda sebagai pekerja.

"Kalau belum bisa bayar gaji kita, berarti itu itungannya belum ada profit atau keuntungan," katanya.

Namun, jika Anda sebagai pemula tidak terjun secara langsung dalam bisnis yang dimiliki. Artinya menyewa orang kepercayaan atau keluarga sendiri untuk mengelola bisnis tersebut, pastikan untuk tetap mengecek bisnis itu. Cek keuangannya atau arus keluar masuknya uang. Hal tersebut dilakukan agar tetap mengetahui kondisi bisnis yang digeluti.

Selain itu, perhatikan jenis bisnis yang akan digeluti. Bisa produk sendiri atau produk waralaba/franchise. "Produk sendiri atau franchise keduanya punya kelebihan dan kelemahan," katanya.

Namun, jika usaha dengan membeli poduk franchise perhatikan beberapa hal:
1. Apakah franchise itu sudah punya nama.
2. Kalau misalkan nama franchisenya masih baru, ketahui pemiliknya memiliki pengalaman yang bagus tidak. "Jangan sampai beli franchise yang nama atau pemiliknya belum dikenal orang," katanya.

Tapi kata Aidil, "Kalau kita punya waktu dan ingin membangun identitas sendiri dari produk yang dijual lebih baik buat sendiri dengan nama atau brand sendiri," saran Aidil.(MTVN/L3) Foto: Ilustrasi/ROMMY PUJIANTO

sumbe ; lampost.co

0 comments:

Copyright © 2013hik8t
 photo iklananim_zpsaa0f27a0.gif