Nama latin dari TEH adalah Camelia Sinensis (keluarga Camelia). Pada umumnya, tanaman teh tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian antara 200-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu cuaca antara 14-25 derajat celsius. Ketinggian tanaman dapat mencapai hingga 9 meter untuk Teh Cina dan Teh Jawa, ada yang berkisar antara 12-20 meter tingginya untuk tanaman Teh jenis Assamica. Hingga saat ini, di seluruh dunia terdapat sekitar 1500 jenis teh yang berasal dari 25 negara.
Untuk mempermudah pemetikan daun-daun teh, maka pohon teh selalu dijaga pertumbuhannya, dengan cara selalu dipangkas sehingga ketinggannya tidak lebih dari 1 meter. Dengan ketinggian ini, maka sangatlah mudah untuk memetik pucuk-pucuk daun muda yang baik. Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh yang dipakai sebagai bahan minuman.
Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagai teh.
Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal beberapa macam jenis teh, yaitu:
1. Teh hijau
![]() Teh hijau dibuat dari daun teh yang tidak difermentasi sehingga mengandung polyphenols konsentrat tinggi. Teh hijau sering dimanfaatkan untuk mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung, menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan (terutama lemak perut). Teh hijau juga memberi manfaat dalam menurunkan risiko diabetes dan Alzheimer’s. 2. Teh hitam ![]() Penelitian yang dipublikasikan Journal of Psychopharmacology menunjukkan bukti bahwa teh hitam efektif menurunkan kortisol, hormon stres. “Kajian menemukan bahwa orang yang minum teh hitam akan terkurangi stresnya lebih cepat daripada mereka yang minum jenis teh lainnya,” jelas Bailey. Lebih jauh, partisipan mengalami penurunan tingkat kortisol dalam darah mereka setelah stres berat. Kuncinya, mereka mengonsumsi teh hitam empat kali per hari selama enam minggu. Teh hitam juga mampu mengurangi risiko kanker. 3. Teh putih Teh putih kurang dikenal, tapi tak membuatnya kurang sehat. Teh putih, khususnya ekstrak teh putih terbukti mampu memperlambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi Staphylococcus, infeksi Streptococcus, pneumonia, dan karies gigi, serta meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. “Menurut Milton Schiffenbauer PhD, profesor mikrobiologi dan biologi pada Pace University’s Dyson College of Arts & Sciences, efek antivirus dan antibakteri dari beberapa merek pasta gigi adalah karena tambahan ekstrak teh putih,” tambah Bailey. 4. Teh oolong ![]() Teh oolong terbukti mampu mendorong metabolisme tubuh, membakar lemak, membantu menurunkan berat badan, dan menjaga kesehatan kulit. “Wanita yang minum teh oolong dua cangkir sehari meningkatkan metabolisme mereka sekira 157 persen melebihi wanita yang minum teh hijau dalam jumlah yang sama,” kata Bailey seperti mengutip sebuah kajian yang dipublikasikan Journal of Medical Investigation. 5. Teh herbal Teh herbal tidak berasal dari Camillia sinensis (tanaman teh). Walaupun bukan tergolong teh dalam pengertian teknis, teh herbal tetap menawarkan banyak manfaat kesehatan. “Menurut Food and Drugs Association (FDA), teh herbal sangat mengagumkan dalam hal menurunkan stres, yang menjadi faktor risiko gagal jantung dan penuaan dini,” jelas Bailey. Dicampur dengan berbagai bahan organik, seperti buah berry dan kelopak bunga mawah, teh herbal mampu mengurangi stres, membantu pencernaan, dan punya banyak kandungan antioksidan. Kita tahu bahwa antioksidan mampu mengusir radikal bebas sehingga tubuh jauh dari penyakit termasuk kanker. Teh herbal tidak mengandung kafein. Jadi, Anda bisa menikmatinya sepanjang hari hingga waktu tidur karena teh ini tak akan mengacaukan tidur malam Anda. 6. Teh merah Bunga Rosella ![]() Bunga rosella merah yang telah dikeringkan dan dise*duh menjadi secangkir teh yang berci*tara rasa sedikitasam ini mampu meng*atasi batuk, asam urat, kolesterol, hipertensi, radikal bebas, dan penye*gar (tonik). Selain itu, berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan ilmu*wan Sudan, rosela merah juga berkha*siat untuk menurunkan tekanan darah (hipotensif), antikejang saluran perna*pasan, anticacing (antelmintik), dan antibakteri. 7. Teh Kuning ![]() Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat. 8. Teh genmaicha Teh genmaicha adalah teh yang beraroma harum dan sangat populer di Jepang. Teh ini di buat dari teh hijau yang bercampur butiran beras yang dipanggang sehinga menghasilkan aroma seperti nasi gosong yang gurih dan sedap saat diseduh, aromanya hampir mirip dengan aroma popcorn sedangkan warna tehnya hijau pucat cenderung bening.Teh hijau asal negeri sakura ini paling baik diminum saat siang hari. 9. Teh kukich (Kukicha tea) Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan. 10. Teh Puerh (Póu léi dalam bahasa Kantonis) TehPuerh terdiri dari dua jenis: “mentah” dan “matang.” Teh pu-erh yang masih “mentah” bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga “matang”. Selama penyimpanan, teh puerh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh puerh “matang” dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh puerh “mentah” yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. |
Ketiak menjadi hitam biasanya muncul karena tidak berhati-hati saat mencukur, mencabut bulu ketiak, dan bisa juga karena efek kimia menggunakan deodorant. Jika tidak segera diatasi, maka dapat membuat bau badan menjadi tidak sedap.
Apakah Anda salah seorang yang mengalaminya ? Jika ya, bagaimana cara memutihkan ketiak? Simak artikel di bawah ini. Artikel ini akan mengungkapkan 7 rahasia memutihkan ketiak secara alami.
Ketiak termasuk salah satu daerah paling sensitif sehingga perlu cara yang khusus untuk merawatnya. Agar ketiak bersih dan tidak hitam. Cobalah beberapa bahan alami di bawah ini untuk memutihkan ketiak.
Ketimun & Bubuk Kunyit
Ketimun atau tanaman yang bernama ilmiah Cucumis Sativus ini tidak hanya enak dijadikan lalapan, tetapi efeknya yang menyegarkan dapat membantu melembabkan kulit, mengatasi kulit berminyak bahkan dapat digunakan untuk memutihkan ketiak.
Kunyit juga memiliki manfaat yang baik untuk kulit, beberapa produk lotion pun ada yang menggunakan Kunyit sebagai bahan pemutih alami. Untuk hasil yang efektif, haluskan ketimun kemudian campurkan ketimun yang sudah dihaluskan tersebut dengan bubuk Kunyit.
Selanjutnya, oleskan kedua bahan tersebut pada ketiak. Kedua bahan tersebut sudah terbukti efektif untuk memudarkan noda hitam dan memutihkan ketiak.
Yoghurt dan Susu
Bahan alami lainnya adalah yoghurt dan susu. Yoghurt dan susu banyak mengandung asam laktat, yaitu bahan alami yang mampu memutihkan ketiak secara alami.
Caranya, ambil dua sendok makan yoghurt dan campurkan dengan tiga sendok makan susu. Aduk merata dan kemudian oleskan pada ketiak sebelum mandi. Biarkan selama 30 menit atau 1 jam hingga kering, kemudian bilas dengan air hangat.
Batu Apung
Batu Apung, batu ini memang sudah terkenal sebagai batu penggosok ampelas. Selain itu batu ini dapat juga digunakan sebagai bahan alami untuk mengangkat sel kulit mati agar dapat memutihkan ketiak.
Caranya, basahi ketiak dengan air dan sabun. Kemudian ambil batu apung dan gosokkan secara perlahan pada ketiak selama beberapa menit dan bilaslah.
Air Kapur Sirih dan Jeruk Nipis
Air Sirih dan perasan Jeruk Nipis juga merupakan kombinasi ampuh untuk mengangkat kulit mati agar memutihkan ketiak. Ambil satu butir Jeruk Nipis dan peras, kemudian campurkan satu sendok air kapur Sirih.
Aduk rata dan oleskan campuran tersebut pada ketiak Anda setiap habis mandi. Biarkan meresap selama 15 menit dalam kulit. Lakukan secara rutin selama 1 minggu.
Lemon dan Baking Soda
Salah satu bahan alami yang tidak kalah ampuhnya untuk memutihkan ketiak adalah menggunakan Lemon dan baking soda. Kandungan vitamin C yang terdapat pada Lemon dapat bermanfaat memutihkan ketiak.
Sedangkan baking soda memiliki kalsium yang bisa mengangkat sel kulit mati. Selain itu, baking soda juga dapat menetrallisir keasaman Lemon yang dapat membuat kulit iritasi.
Ambil satu butir Lemon kemudian peras dan ambil airnya. Campurkan dengan satu sendok teh baking soda. Aduk rata dan oleskan di ketiak dan biarkan selama 15 menit hingga setengah kering.
Kemudian gosok ketiak Anda hingga butiran baking soda dan Lemon beserta kotoran pada ketiak jatuh dan bilaslah dengan air bersih. Lakukan secara rutin selama seminggu.
Minyak Kelapa dan Kulit Jeruk
Minyak Kelapa juga tanaman yang kaya akan kandungan vitamin E yang dapat melembabkan kulit. Jika minyak Kelapa dikombinasikan dengan kulit Jeruk yang memiliki kandungan vitamin C, hasilnya akan lebih maksimal untuk memutihkan ketiak, meningkatkan produksi kolagen, dan menghilangkan bau badan.
Caranya, blender kulit Jeruk yang sudah diberikan tetesan minyak Kelapa hingga berbentuk butiran kasar dan gosokkan pada ketiak.
Pepaya dan Madu
Pepaya dan Madu tidak hanya enak dikonsumsi, Pepaya dan Madu juga memiliki manfaat memutihkan ketiak. Kandungan asam arkobat yang terdapat pada Pepaya dapat mempercepat pengelupasan sel kulit mati pada kulit.
Sedangkan Madu memiliki kandungan vitamin C dan polifenol yang berguna untuk mencerahkan kulit ketiak. Caranya, ambil seperempat buah Pepaya mengkal kemudian haluskan dengan blender.
Tambahkan 2 sendok makan Madu dan aduk merata kemudian oleskan di ketiak. Diamkan selama kurang lebih 20 menit. Kemudian, bilaslah dengan air bersih. Itulah beberapa rahasia sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memutihkan ketiak. Semoga saran di atas bisa bermanfaat.








